Samarinda Segera Miliki Kampus Milik Nahdlatul Ulama

pendidikan3Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak menyatakan siap membantu rencana Pengurus Yayasan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kaltim untuk membangun Kampus di Samarinda.

“Dengan didirikan UNU Kaltim diharapkan mampu mencetak sumber daya manusia (SDM) Kaltim yang berkualitas untuk pembangunan di daerah yang berkelanjutan. Bahkan, untuk pembangunan kampus tersebut Pemprov Kaltim siap membantu dan diharapkan tahun ini sudah mulai dibangun,” kata Awang, Rabu (2/4/2014) kemarin.

Awang berharap tahun ini, UNU Kaltim dapat menerima mahasiswa baru dan bisa mulai beroperasi. Bahkan, Awang menyarankan agar dibuka program studi bidang Teknologi Pertanian.

Program studi tersebut dimaksud agar mahasiswa yang lulus dari UNU mampu mengembangkan dan mendukung pembangunan pertanian di Kaltim.

“Kita ketahui bahwa ke depan Kaltim tidak akan lagi berharap dengan sumber daya yang tidak dapat diperbarui, yakni tambang batu bara, minyak dan gas. Karena itu, dengan program teknologi pertanian diharapkan lulusan UNU mampu mengembangan sumber daya yang dapat diperbarui, yakni pertanian dan perkebunan, sehingga ketahanan pangan di daerah dapat terwujud,” kata dia.

Sementara itu, Rektor UNU Kaltim, Farid Wadjdy berharap akhir April ini surat pendirian perguruan tinggi tersebut dapat diterbitkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhammad Nuh. Sehingga pada Mei atau Juni bisa dimulai pembangunan gedung kampus tersebut.

“Jika surat pendirian UNU Kaltim telah diterbitkan akhir bulan ini, diharapkan secepatnya peletakan batu pertama pembangunan kampus tersebut dapat dilakukan oleh Gubernur Kaltim. Meski, lahan yang digunakan masih berstatus sewa pakai dengan Pemprov Kaltim seluas 4 hektare,” kata Farid.

Menurut Farid, program studi yang dibuka di UNU Kaltim merupakan program yang dapat diminati dan menjadi kebutuhan daerah. Adapun program yang ada di UNU akan dibagi dalam dua kelompok.

Kelompok IPA, yakni Arsitektur (S1), Desain Interior (S1), Teknik Energi Terbarukan atau Energi Bersih (S1), Teknik Geologi (S1). Teknik Industri (S1), Farmasi (S1). Kelompok IPS, yakni Manajemen Keuangan Islam (S1), Hubungan Internasional (S1), Komunikasi (S1), Pendidikan Anak Usia Dini (S1) dan Akuntansi (S1).

“Sesuai arahan Gubernur Awang Faroek Ishak agar dapat dibuka teknologi pertanian, maka kami sangat mengapresiasi dan hal ini akan kami koordinasikan dengan pengurus yayasan,” ungkap Farid.

Sumber : kompas.com