Alasan Anak Thalassemia Berpotensi Mengalami Gagal Jantung

Thalassemia, penyakit kelainan darah genetik ini belum diketahui pengobatan kesembuhan pasien hingga kini. Umumnya, penderita thalssemia memiliki kelebihan besi di dalam tubuhnya, dibandingkan seorang yang sehat.

Dijelaskan Dr dr Pustika Amalia, SpA(K), dari Divisi Hemato-Onkologi Anak RSCM, memang sudah pasti penderita thalassemia memiliki kelebihan zat besi. Salah satu perawatan yang diperlukan pasien adalah transfusi darah. Namun, pasien wajib menjalani pengobatan seumur hidup untuk mengeluarkan kelebihan besi dari transfusi darah,

“Dari satu kantong darah, besinya mengandung 200 mg. Sementara yang keluar dari tubuh hanya 1 mg per hari. Sebulan itu hanya 60 mg yang keluar. Kalau ia transfusi 200 mg yang keluar 60 mg, berarti masih ada 140 mg di dalam tubuh,” terang dr Pustika di kawasan Gondangdia, Jakarta Pusat, Rabu 12 April 2017.

Maka dari itu, besi yang ada di dalam tubuh pasien thalassemia perlu dikeluarkan melalui obat. Dr Pustika mengatakan, dokter tidak pernah bisa membuat besi itu negatif atau menyeimbangkannya menjadi nol. Melainkan membuat kadar besi aman dalam tubuh.

“Tidak bisa. Tetapi kita membuat jumlah besi itu aman untuk tubuhnya. Maka dari itu, di monitor dengan pemeriksaan kadar besi tiap bulan,” ujar dr Pustika.

Lalu, apa yang terjadi ketika kadar besi di dalam tubuh dibiarkan tinggi tanpa penanganan apapun? Dr Pustika menjelaskan. kalau kandungan besi lebih tinggi, bisa merusak sel jantung dan menyebabkan gagal jantung, serta merusak sel otak dan hati. Bahkan, kelebihan besi ini juga berpengaruh pada kelenjar-kelenjar pembuat hormon.

“Mereka akan terlambat pubertasnya. Misalnya, tidak ada payudara, bulu-bulu ketiaknya tidak ada, dan mungkin juga bisa mandul dan tidak tidak bisa punya anak,” pungkasnya. @NIKO