Duh, Produktivitas Industri Kepala Sawit RI Cuma 4 Ton/Hektare

Pemerintah terus berupaya menjaga eksistensi industri kelapa sawit Indonesia di pasar global. Namun, guna menghadapi persaingan di pasar internasional, dibutuhkan peran seluruh pemangku kepentingan, termasuk pelaku usaha di bidang persawitan.

Head of Plant Production and Biotechnology Division PT SMART Tbk Tony Liwang menekankan pentingnya inovasi dan terobosan guna memacu produktivitas hasil perkebunan kelapa sawit. Sementara itu, dia menyebut, produktivitas rata-rata industri kelapa sawit Indonesia saat ini kurang dari 4 ton per hektare (ha) setiap tahun.

Dia menyadari, permintaan global terhadap produk hasil kelapa sawit terus meningkat. Apabila tak mampu memenuhi permintaan dari market global, Indonesia akan sulit untuk bersaing dengan negara lain yang juga penghasil produk sawit. Oleh karena itu, pihaknya turut berupaya menjaga pasokan produk kelapa sawit guna memenuhi permintaan global.

“Dengan keberhasilan program kultur jaringan ini, kami berharap dapat meningkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawit kami dengan material tanam Eka 1 dan Eka 2, serta memberikan tingkat ekstraksi minyak yang lebih besar dari setiap buah sawit yang ada,” katanya saat ditemui di Jakarta, Senin (22/5/2017).

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT SMART Tbk Daud Dharsono berharap, inovasi yang dilakukan oleh para pelaku industri kelapa sawit mampu meningkatkan daya saing Indonesia di pasar internasional.

Dia pun mengatakan, hasil terobosan yang telah dilakukan oleh perusahaannya diperkirakan mampu meningkatkan produksi kelapa sawit di atas rata-rata produksi dalam negeri yang saat ini kurang dari 4 ton per ha setiap tahun.

“Eka I diharapkan bisa menghasilkan 10,8 ton minyak sawit mentah (CPO) per hektare, dengan tingkat ekstraksi minyak sebesar 32% karena material tanam ini memiliki kandungan minyak yang sangat tinggi di dalam buah sawitnya. Bahkan, material tanam Eka 2 menunjukkan potensi yang lebih besar dengan produktivitas diperkirakan mencapai 13 ton per hektare dan tingkat ekstraksi minyak 36%,” tukasnya. @KIE