Seni Budaya Indonesia Menggema di Meksiko

terasbanten.com – Lagu Ampar-Ampar Pisang, My Way, Manuk Dadali, dan Anging Mamiri dalam alunan musik Angklung dinikmati sekira 1.000 penonton yang memadati panggung utama terletak di depan Istana Presiden Meksiko berhasil menghipnotis masyarakat Meksiko.

Pertunjukan musik Angklung dibawakan kelompok seni binaan KBRI dan penampilan Pakoeningrat yang menampilkan lagu Meksiko, Cielito Lindo, yang dinyanyikan bersama penonton mewarnai partisipasi Indonesia dalam acara Feria de las Culturas Amigas (FICA) yang berlangsung di alun-alun Zocalo Capitalino, Meksiko.

Pensosbud KBRI Meksiko City, Febby Fahrani kepada Antara London, mengatakan tepuk tangan meriah dan membahana di panggung utama FICA usai pertunjukan musik Angklung oleh kelompok seni binaan KBRI di Mexico City ini mewarnai partisipasi ke-9 Indonesia dalam FICA.

Febby Fahrani mengatakan penonton juga menikmati suguhan pertunjukan tari tradisional, yaitu tari Lenong Betawi, tari Yapong, tari Saman, dan tari Anging Mamiri.

Dubes Indonesia untuk Meksiko Serikat, Yusra Khan pada acara pembukaan kelas tari tradisi di Museo de las Culturas mengatakan musik merupakan bahasa universal yang bisa diterima semua orang dari berbeda suku bangsa. Demikian pula tarian, selama FICA 2017, musik dan tarian tradisional Indonesia membuat masyarakat Meksiko lebih mengenal Indonesia, ujarnya.

Selain tampil di panggung utama, Indonesia juga menawarkan kegiatan kelas tari tradisional sebagai salah satu kegiatan tambahan di FICA 2017.

Pada workshop tari berjudul “Taller de Danza Indonesia,” peserta diajak tari Gemu Famire dan Poco Poco. Sekira 60 peserta mengikuti instruksi Moestaryanti Puruhita, diaspora Indonesia yang mendukung kegiatan promosi tari Indonesia di KBRI Mexico City dan beberapa Perwakilan Indonesia di wilayah Amerika Latin.

Dalam workshop yang dilaksanakan di museum kebudayaan tertua Meksiko ini, peserta diundang untuk mempelajari tari tradisional Indonesia di KBRI, serta ditawari untuk mempelajari budaya Indonesia di Indonesia melalui program beasiswa Darmasiswa.

Selain itu juga diadakan kelas memasak yang disebut “Taller de Comida Indonesia.” di Pusat Budaya Casa de la Primera Imprenta de America. Bakwan dan Tempe Mendoan diperkenalkan Chef Sariah, serta Chef I Wayan Sarifan, pemilik Bali Food Massage, penyedia jasa katering makanan Indonesia di ibu kota Sombrero.

Usai mengikuti kelas memasak, peserta mencicipi Bakwan dan Tempe Mendoan yang dibuat bersama, dan aneka makanan Indonesia di Stand Makanan FICA 2017 di Plaza Santo Domingo.

Berbeda dengan penyelenggaraan FICA (dahulu bernama Feria de las Culturas Amigas) di tahun sebelumnya, keragaman makanan khas mancanegara ditawarkan di stand makanan yang terletak tiga blok dari Zocalo Capitalino dimana Stand Kerajinan berada.

Aneka masakan khas Indonesia seperti Nasi Bali, Nasi Padang, Nasi Kuning, Lemper, kue Pisang Bolen, kue Nagasari, es Cendol, es Wedang Santan, dan Kopi Luwak, serta aneka makanan kemasan seperti teh kemasan, kecap, permen, dan biskuit produksi Indonesia diperkenalkan dalam festival budaya internasional yang rutin diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Mexico City sejak tahun 2009.

Stand Makanan Indonesia didukung Indonesian Trade Promotion Center Mexico City selalu ramai dipadati pengunjung yang mencoba produk makanan Indonesia.(Iman)