Praktisi Pendidikan Lebak: Penguatan Karakter Melalui Full Day School Bukan Solusi Tepat

terasbanten.com – Terkait Full Day School, yang digadang-gadang oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Mendikbud RI) dengan menerbitkan Permedikbud No. 23 Tahun 2017, akan memberikan penguatan karakter kepada siswa di sekolah. Sesuai dengan dasar pertimbangan dalam Permendikbud tersebut membuat salah seorang praktisi pendidikan Kabupaten Lebak, Unro M.Pd mengirim surat terbuka kepada Mendikbud RI.

Dalam surat terbuka tersebut, dirinya sangatlah memahami niat baik dan juga memahami kegelisahan Mendikbud dalam melihat bangsa ini yang seolah-olah telah terjadi ketidakjelasan karakter yang dimiliki.

“Saya juga memahami tugas bapak sebagai pembantu Presiden yang ingin merealisasikan visi besar sang Presiden yaitu Revolusi Mental. Atas dasar itulah bapak merumuskan 5 karakter pokok yang harus dimiliki oleh bangsa kita, yaitu, Religius, Nasionalis, Mandiri, Gotong-royong dan Integritas,” kata Unro dalam suratnya.

Masih katanya, dirinya pun memahami penerapan kebijakan tersebut didasari atas pengalaman empiris dibeberapa kota di Indonesia, khususnya sekolah yang menggunakan konsep terpadu seperti, SDT, SMPT dan SMAT.

Namun, lanjut Unro, perlu diketahui bahwa penguatan karakter melalui “full day school” bukan satu-satunya solusi, masih banyak cara lain, seperti pemberdayaan pondok pesantren (kobong), karena lulusan pesantren sudah teruji karakternya.

“Perlu bapak pikirkan eksistensi Madrasah Diniyah yang selama ini sudah berlangsung efektif dan mampu menamkan karakter bangsa. Bapak juga harus mengerti jika ada Pemerintah Daerah (Pemda) yang menolak kebijakan ini, karena Pendidikan salah satu aspek yang kewenangannya diberikan penuh kepada Pemda,” ujar Unro lagi dalam suratnya, seraya menambahkan agar Mendikbud juga harus memaklumi jika ada yang mengajukan judicial riview terhadap Permendikbud tersebut.(Iman)